Wednesday, April 8, 2015

Hasil gambar untuk belajar dari seekor keledai renungan rohaniSeekor keledai yang di tunggangi oleh Seseorang, berjalan memasuki pintu gerbang kota yerusalem.
begitu masuk gerbang kota, alangkah kagetnya sang keledai karena penduduk menyambut dengan sangat meriah.
"Ahaa, baru tahu betapa berharganya saya ini, sampai - sampai mereka merelakan pakaiannya untuk di jadikan alas, sehingga kakiku yang indah ini tidak kotor kena debu jalanan." demikian pikir si keledai.
"Hosana ..... Hosana ..... !" teriak masyarakat dengan gegap gempita. maka si keledai membusungkan dadanya seraya berjalan dengan penuh wibawa bagaikan seorang Presiden : "Terima kasih ... Terima kasih .. " begitu ujarnya berulang - ulang kali sembari menoleh ke kiri ke kanan dengan pongahnya.
kebinggunganya bertambah lagi tatkala mendengar penduduk berseru :
" di berkatilah DIA yang datang sebagai RAJA !"
" Haaahh ?? raja ?? jadi saya ini adalah Rajanya ........... waduh ..... ! pantesan saja saya kok di sambut dengan sangat meriah sekali ...."
           Ketika kebanggannya sudah sampai di ubun - ubun, sang penunggang turun dari punggung si keledai, Beliau melangkahkan kakinya menuju Bait ALLAH.
kerumunan orang - orang itu pun berbondong - bondong segera mengikuti arah langkah dari sang penunggang itu .................. meninggalkan si keledai yang kebinggungan ............
kini tinggal-lah si keledai celingukan sendiri, tanpa ada seorangpun yang memperhatikannya, tanpa ada seorang pun yang "mengelu - elukan" dia lagi seperti sebelumnya.
Hasil gambar untuk salibbarulah dia sadar, sambutan yang meriah itu ternyata BUKAN untuknya, tapi untuk Sang Penunggang ! Dan dia sendiri bukan siapa - siapa di situ .................. Ah betapa malunya si keledai yang "GE-ER" itu.

Mungkin kita tersenyum membaca kisah ini, tapi tanpa kita sadari., kita pun sering bersikap "GE-ER" seperti kisah si keledai itu.
Kita sering lupa bahwa diri kita ini hanya seperti "Si KELEDAI" itu yang sering di pakai oleh TUHAN, dan segala PUJIAN itu sebenarnya adalah milik TUHAN yang sedang ber-acara di dalam kehidupan kita,
Demikianlah, bila kita telah di beri kesempatan dan di pilih untuk menjadi alat-nya, lewat apapun profesi kita, atau setinggi apapun posisi kitan senua nya itu hanya karena anugerah-Nya.
Tetaplah mengucap syukur dan kembalikan semua kemegahan itu untuk kemuliaan TUHAN, karena hanya DIA yang layak !


created : mzip
source : @lex k

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 comments:

Post a Comment